Senin, 22 Oktober 2018


Leisure Summary Week 11


By : Maria Margaretha – 40117081



Senin 22 Oktober, kelas leisure kali ini membahas mengenai leisure & the wider consumer society. Konsep utama yang dibahas adalah :
1.      Kesamaan dengan lain sebagai sebab akibat dari perubahan politik, ekonomi, sosial, dan teknologi.
2.      Trend yang berkelanjutan menuju konsentrasi kepemilikan dan transnasional
3.      Kesamaan trend dalam kaitannya dengan perilaku konsumen produk dan jasa rekreasi dengan orang-orang di industri lain.

Lalu dibahas juga mengenai pertimbangan hubungan antara trend di waktu luang dalam industry yang berbeda. Ada dua judul utama yaitu :
1.      Dampak perubahan politik, ekonomi, sosial, dan teknologi
2.      Struktur industry, termasuk konsentrasi kepemilikan dan pertumbuhan perusahaan transnasional

Sementara dapat ditarik kesimpulan perbandingan antara berbagai industry dan rekreasi, kesamaan terbesar dengan banyaknya industry jasa lain khususnya  ; perdagangan makanan, layanan keuangan, media (pers, radio, dan televisi), dan pendidikan.
Kemudian dilanjutkan dengan membahas mengenai proses globalisasi dalam hal permintaan, pasokan, dan lingkungan bisnis. Dan globalisasisebagai peluang dan ancaman bagi Eropa. Tiga aspek globalisasi yang saling terkait yaitu :
1.      Perilaku konsumen – sisi permintaan
2.      Struktur industry – sisi penawaran
3.      Lingkungan bisnis – konteks untuk hubungan antara permintaan dan sisi penawaran.

Terakhir, seperti biasa presentasi ditutup dengan international case study dan local case study. International case study kelompok ini membahas mengenai leisure travel mangazines dan the Islamic tourism market. Lalu local case study nya membahas mengenai embong ploso line dance, kaza bowling, gool manga dua, dan grand city Surabaya.


Senin, 15 Oktober 2018


Leisure Summary Week 10

By : Maria Margaretha – 40117081



Senin 15 Oktober, kelas leisure kali ini dilanjutkan oleh presentasi kelompok yang membahas mengenai topical issues in leisure marketing. Pertama membahas mengenai competition and competitive advantage, dalam persaingan dibagi menjadi dua yaitu interlan dan subtitusi. Cara pendekatan yang dilakukan adalah :

1. Rasionalisasi dan pengukuran pengurangan biaya
2. Inovasi dalam pengembangan produk
3.  Perbedaan produk
4. Kebijakan harga
5. Peningkatan system distribusi 
6. Teknik promosi lebih efektif
7. Rebranding dan pengubahan citra produk
8. Pengembangan brand loyalty
9.  Fokus tujuan marketing
10. Merger dan akuisisi termasuk integrasi vertikal dan horizontal
11. Aliansi
12. Franchises
13. Consortia marketing
14. Diversifikasi ke bidang lain yang memperkuat bisnis inti
15. Menjual nilai-nilai perusahaan kepada calon pelanggan

Kemudian topical issues in leisure marketing juga mencangkup kualitas, staff, dan konsumen. Jenis quality system management ada 4 yaitu quality control, quality assurance, total quality control, total quality management. Lalu, kendala penyampaian kualitas servis ada 5 yaitu ; pengaruh eksternal, keuangan terbatas, kemauan customer untuk membayar, pengaruh reputasi, dan konsep kualitas yang selalu berubah. Terakhir, ditutup dengan study case yang membandingkan d’journal , maxx coffee, monopole coffee lab, dan starbucks.

Senin, 08 Oktober 2018


Leisure Summary Week 9


By : Maria Margaretha – 40117081



Senin 8 Oktober 2018, pertemuan mata kuliah leisure business kali ini langsung dibuka dengan presentasi kelompok yang menjelaskan mengenai marketing in different sector of leisure business. Mereka menjelaskan mengenai :
-          retail travel
-          art & entertainment
-          recreation & sport
-          leisure shopping
-          restaurant & catering

lalu dilanjutkan dengan international study case yang membandingkkan mengenai the clubbing holiday, the music festival,the boutique hotel, dan international film. Lalu dilanjutkan lagi dengan membahas mengenai local study case yang membandingkan colors pub, nens corner, makan time, dan holywings.

Seperti tulisan-tulisan saya sebelumnya pada international & local study case ini tiap kelompok akan menjelaskan dengan detail bagaimana finance, administration system, key features, dan lain-lain dari masing-masing tempat kemudian dibandingkan untuk pedoman kita nantinya agar lebih mengerti mengenai seluk beluk dunia leisure.

Senin, 01 Oktober 2018


Leisure Summary Week 8

By : Maria Margaretha – 40117081



Senin 1 Oktober 2018, saya kembali mengikuti kelas leisure business. Pada pertemuan kali ini diawali dengan presentasi mengenai potensi theme park didalam leisure business. Kali ini lebih ditekankan dibagaimana cara pikir kita mengenai memanfaatkan potensi theme park didalam leisure business, karena leisure business tidak harus antara hotel atau tour & travel saja. Sebagai contoh di kota Batu sebagian besar infrastruktur di kota Batu dikuasai oleh Jatim Park Group yang mana JTP group ini berbasis theme park. Oleh karena itu kita harus membuka pikiran kita mengenai potensi theme park ini. Kemudian dibuktikan juga dengan banyaknya theme park yang sukses di Indonesia, seperti Trans Studio, Ancol, Dufan, dan lain-lain. Belum lagi di luar negri masih banyak lagi theme park yang sukses seperti Disneyland, Universal Studio, Everland Seoul, dan lain-lain.

Lalu usai membahas mengenai potensi theme park, dilanjutkan oleh presentasi dari salah satu kelompok lagi. Kali ini membahas mengenai visitor attractions, accommodation, tourist destinations, tour operation, transport, resort complexes, retail travel, arts and entertainment, recreation and sport, leisure shopping, dan yang terakhir ada restaurants and catering. Lalu ditutup oleh international study case yang membandingkan antara Hilton Head Island, USA dengan Las Vegas, dan juga ada local study case yang membandingkan antara gold gym, celebrity fitness, dan merlin fitness.